Sabtu, 21 Januari 2023

Tugas 2 : Tahapan Pelaksanaan Audit

 

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tahapan pelaksanaan audit!

Sejak perencanaan audit sampai dengan penerbitan laporan audit, auditor harus mempertimbangkan berbagai macam risiko.

Pada tahap perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan risiko bawaan (inherent risk) suatu risiko salah saji yang melekat dalam saldo akun atau asersi tentang saldo akun.

Sebagai contoh, perhitungan yang lebih rumit lebih mungkin mengakibatkan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana.

2. Jelaskan apa kegunaan dari tahapan pelaksanaan audit!

Tujuan audit laporan keuangan adalah untuk menilai kewajaran atau kelayakan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan.

Adapun kelayakan dan kewajaran ini mengacu pada prinsip akuntansi yang berterima umum dan selanjutnya atas penilaian tersebut akan tercermin pada opini audit.


  1. Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  2. Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion), artinya laporan keuangan dapat diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah atau pos yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
  3. Tidak Wajar (Adversed), artinya laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan keuangan tersebut.
  4. Tidak Memberikan Pendapatan (Disclaimer),artinya laporan keuangan memiliki kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup pemeriksaan sehingga auditor tidak menemukan bukti yang cuku

3. Apa yang ingin dicapai dari digunakannya tahapan pelaksanaan audit!

Mendapatkan Hasil

Di langkah ini, auditor bertugas untuk memeriksa risiko material dari perusahaan.

Maka akan terlihat jika ada kesalahan dari laporan keuangan perusahaan dan juga kerugian yang dialami oleh perusahaan.

Setelah itu, auditor mengklarifikasi ulang.

Jika perusahaan anda besar, maka Anda harus memiliki lebih dari satu auditor. Bila perlu, bentuk sebuah tim khusus auditor.

Sebab, semakin besar suatu perusahaan, maka risiko penyimpangan keuangan juga akan semakin besar.

Sebelum mengambil kesimpulan, seorang auditor akan mencocokkan hasilnya dengan auditor yang lain.

Senin, 05 Desember 2022

Tugas Review (Quiz)

Jelaskan secara lengkap tentang konsep teknologi informasi?

 

A. Definisi Teknologi Informasi

 

    Istilah Teknologi Informasi mulai populer di akhir dekade 70-an. Pada masa sebelumnya, istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronis lebih dikenal. Istilah Teknologi Informasi seringkali rancu dengan istilah Sistem Informasi. Ada yang menggunakan istilah Teknologi Informasi untuk menjabarkan sekumpulan sistem informasi, pemakai dan manajemen. Definisi ini lebih menggambarkan teknologi dalam perspektif yang luas.

 

 1. Definisi 1

TI mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, memgambil, memanipulasi, atau menampilkan data (Alter, 1992)

 

 2. Definisi 2

TI adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata[1]kata, bilangan, dan gambar. (Kamus Oxford, 1995).

 

3. Definisi 3

Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu manusia bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.(Haag dan Keen : 1996) Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (hardware & software) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin 1999)

 

4. Definisi 4

TI adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan infromasi dalam bentuk elektronis. (Lucas, 2000).

 

5. Definisi 5

Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. ( Williams dan Sawyer :2003)

 

6. Definisi 6

TI tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. (Martin, 2002)

 

 7. Disimpulkan : Teknologi Informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam pembentukan, penyimpanan, dan penyebaran informasi

 

    2. Jelaskan secara lengkap apa yang dimaksud audit secara umum dan audit teknologi informasi!

 

Audit atau pemeriksaan dalam arti  luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor.

 

• # WISHNU AP

 • Audit adalah proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya pelaksanaan kualitas diterapkan. hasil audit akan didokumentasi dan evaluasi secara berkala

 

 • # FRANS M. ROYAN

 • Audit bertujuan untuk mempermudah pemilik melakukan kontrol dan menghindari penyelewengan serta manipulasi data

 

 • # AGUNG DARONO

 • Audit merupakan tindakan pengujian yang bertujuan untuk menyatakan apakah suatu laporan keuangan telah disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum

 

 • # JEFFREY LIKER

 • Audit merupakan praktek manajemen yang bersifat memaksa, yang menekankan anggapan bahwa pekerjaan terstandarisasi merupakan kerangka kerja dari suatu birokrasi yang kaku

 

3. Jelaskan pentingnya audit teknologi informasi dan apa yang ingin diperoleh dari audit teknologi informasi!

 

Peran Teknologi Informasi Peranan Teknologi Informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi Informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur, operasi dan manjemen organisasi. Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM, transaksi melalui Internet yang dikenal dengan e-commerce, transfer uang melalui fasilitas e-banking yang dapat dilakukan dari rumah, merupakan contoh penerapan Teknologi Informasi.

 

Secara garis besar, peran Teknologi Informasi adalah :

 Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses. Konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi

 Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.

 Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

 

4. Apa yang dimaksud dengan bukti audit? Jelaskan!

 

Bukti Audit atau audit evidence adalah segala informasi yang digunakan auditor untuk membuktikan apakah informasi yang diaudit sudah sesuai dengan kriteria tertentu. Memperoleh sejumlah bukti audit yang berkualitas sangatlah penting untuk mencapai tujuan audit.

 

5. Siapa yang berhak melakukan audit! Jelaskan

 

Audit atau auditing atau pemeriksaan dalam arti luas berarti evaluasi terhadap sesuatu hal. Audit dilakukan oleh seseorang atau badan yang mempunyai kompeten, objektif, dan tidak memihak kepada siapa pun. Orang yang melakukan audit disebut dengan auditor.

Sabtu, 26 November 2022

M8 (14 - 19 November 2022) - Auditor TSI

 1. Jelaskan siapa yang berhak melakukan audit TSI dan siapa yang diaudit!


    --> Yang berhak untuk melakukan audit TSI adalah pihak-pihak yang sudah kompeten, objektif, dan tidak memihak kepada siapapun, yang disebut sebagai auditor. Untuk pihak-pihak yang diaudit, yaitu :

            -) Management

            -) IT Manager

            -) IT Specialist ( network, database, system analyst, programmer, dsb )

            -) User


2. Jelaskan jenis-jenis auditor dan apa perbedaannya?


    --> a) Auditor Eksternal : Pihak luar yang bukan merupakan karyawan perusahaan, berkedudukan independen, dan tidak memihak baik terhadap auiditee-nya, atau terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan auditee-nya.

           b) Auditor Internal : Pegawai dari perusahaan yang diaudit. Auditor ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen dalam lingkungan perusahaan sebagai suatu bentuk jasa bagi perusahaan.

           c) Operational Audit : Terkonsen pada efisiensi dan efectifitas dengan semua sumberdaya yang digunakan untuk melaksanakan tugas, cakupanya meliputi kesesuaian praktik dan prosedur dengan peraturan yang ditetapkan

           d) Compliance Audit : Terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.

           e) Project Management and Change Control Audit : Terkonsentrasi oleh efesiensi dan efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.

           f) Internal Control Audit : Terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal

           g) Financial Audit : Terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.

           h) Fraud Audit : Nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggung jawab.

           i) Government Auditor : Melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan.


3. Jelaskan mengapa auditor harus independent dan harus mengumpulkan bukti-bukti audit yang objektif!


    --> Auditor harus independent dan dapat mengumpulkan bukti-bukti yang objektif agar hasil yang keluar kompeten dan tidak berpihak kepada siapa-siapa. Harus independent karena, seorang auditor harus bersikap adil tanpa dipengaruhi tekanan atau permintaan pihak tertentu yang berkepentingan atas hasil pemeriksanaa. Harus mengumpulkan bukti objektif karena, seorang auditor harus menentukan apakah informasi yang diaudit tersebut telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ada, dan agar hasil dari audit ini menjadi cukup berkualitas supaya mencapai tujuan audit.

Minggu, 05 September 2021

La Casa de Papel for ''Tokyo''

 Hi, everyoneΞΎ\(⌒.⌒)/ΞΎ

Today, i wanna talk a little bit about the movie series was release 4 days ago which is 5th of this September 2021 on Netflix! 

                                           "La Casa de Papel Season 5"

After, we're all know the Season 4 was so incredible and going crazy beacause the death of 'Nairobi' the strong independent woman character in the movie. That scene is invitating a lot of tears for the viewers.

And now, if you guys already watched the season 5 how is it going? crazy right?


The Spoils :

• Palermo educating Denver about the provenance of all the colonial treasure on display in the bank’s Museum of Gold is very responsible of him, but I’m not sure I trust Denver not to melt it down rather than, as Palermo suggests, repatriate it.

• And the anger that flares up in Denver when he thinks Stockholm is defending Arturo for threatening the hostages points to these two having unresolved issues in their relationship! If Lisbon has time for a bath, these two should have time for a quick therapy sesh. Surely someone in the gang listens to a lot of advice podcasts?

• Shouts to Tatiana’s great big doggie! We all deserve a gigantic Great Dane who will sit at attention next to the table at even the finest of fine-dining restaurants and not, let’s say, perch over the plate like a vulture while we’re just trying to eat a bagel in front of the TV like SOME people’s dogs.

Sabtu, 01 Mei 2021

Membuat Rangkuman berdasarkan buku IT Service Management :


Manajemen Tingkat Layanan : 

Layanan Manajemen tingkat (SLM) ada untuk memastikan bahwa layanan sepenuhnya menyelaraskan dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi persyaratan pelanggan fungsi, ketersediaan dan kinerja. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tingkat layanan negosiasi dan setuju dengan pelanggan dan semua layanan disampaikan ke tingkat layanan yang telah disetujui yang didefinisikan di dalam indikator kinerja yang telah disepakati. SLM juga harus memastikan bahwa layanan terus ditingkatkan mana perbaikan diminta oleh pelanggan dan dapat dibenarkan dalam hal biaya mereka.

SLM adalah pelayan dari hubungan antara penyedia layanan IT dan pelanggannya dan dikirim ke pengguna bertanggung jawab atas layanan.

Kegiatan pokok dari SLM adalah:

·         Mengembangkan dan bernegosiasi SLA dengan pelanggan

·         Menjamin SLA didukung oleh internal (OLAs) dan eksternal (UCs) perjanjian yang mendukung pencapaian tingkat layanan yang telah disetujui

·         Bertindak sebagai jembatan antara penyedia layanan TI dan bisnis

·         Untuk mengelola dan memelihara hubungan positif, konstruktif dengan Pelanggan. Sebagai antarmuka utama antara itu dan bisnis, itu harus tetap up to date dengan semua perkembangan yang relevan.

 

SLM membantu menjadi lebih profesional, konsisten, dan produktif dalam hubungan dengan pelanggan, menciptakan dan menjaga membuka jalur komunikasi efektif. Ini menjamin berfokus pada apa yang paling penting bagi pelanggan dan bisnis dan membantu untuk memberikan nilai yang lebih baik untuk uang.

Ini menjamin layanan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, menyediakan dasar yang jelas untuk menyediakan pelayanan termasuk definisi peran dan tanggung jawab kedua belah pihak, terukur dan dapat dicapai target untuk pelayanan, membantu membangun saling pemahaman yang lebih baik dan membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan layanan TI.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

 

Layanan Manajemen tingkat ada untuk memastikan bahwa layanan sepenuhnya menyelaraskan dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi persyaratan pelanggan fungsi, ketersediaan dan kinerja. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tingkat layanan yang dinegosiasikan dan disetujui dengan pelanggan dan semua layanan yang disampaikan ke tingkat layanan yang telah disetujui yang didefinisikan di dalam indikator kinerja yang telah disepakati. SLM juga harus memastikan bahwa layanan terus ditingkatkan mana perbaikan diminta oleh pelanggan dan dapat dibenarkan dalam hal biaya mereka.

SLM sangat penting untuk peningkatan pelayanan terus-menerus (CSI). SLM's Tujuannya adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan dengan proses yang berkelanjutan menyetujui, pengawasan dan pelaporan itu service prestasi dan memulai tindakan korektif mana ada kasus bisnis untuk melakukannya dan bisnis setuju bahwa tindakan harus diambil. SLM mendukung proses tujuh langkah perbaikan karena SLM

menentukan apakah akan diukur, dimonitor dan dilaporkan. Bekerja dengan bisnis dan pelanggan untuk menyetujui persyaratan baru dan mengidentifikasi Layanan

kesempatan perbaikan dan prioritas. Informasi ini dan kegiatan ini mendorong adalah bagian penting dari CSI.

Tujuan dari proses SLM adalah untuk memastikan bahwa semua layanan yang disampaikan

dimonitor dan diukur terhadap tingkat layanan yang disepakati dan yang hasil dinyatakan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dilaporkan secara teratur untuk bisnis dan pelanggan.

Tujuan dari SLM adalah:

•        untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif dan produktif dengan pelanggan

•        untuk menentukan dan menyepakati dengan pelanggan tingkat yang diperlukan dari itu layanan dengan cara yang memahami pelanggan

•        mengelola pelaksanaan layanan untuk memastikan disepakati tingkatan yang dicapai dan pelanggan yang merasa bahagia dengan apa yang mereka terima

•        untuk memastikan sistem yang terus-menerus untuk memperbaiki tingkat pelayanan jika organisasi menginginkannya dan biaya dibenarkan dan terjangkau

 

KONSEP DASAR

 

Manajemen tingkat layanan menyediakan sebuah jembatan antara penyedia layanan TI dan bisnis, beroperasi sebagai titik fokus bagi pelanggan dan bisnis dalam hubungan mereka dengan penyedia layanan itu. Melalui kontak teratur dan komunikasi, SLM harus mewakili penyedia layanan TI untuk bisnis, dan bisnis untuk penyedia layanan itu. Dari posisi sentral, SLM mampu membangun hubungan yang kuat dan efektif antara penyedia layanan TI dan bisnis pelanggan, mengelola harapan mereka dan memastikan bahwa layanan disampaikan memenuhi atau melampaui harapan mereka.

 

PERJANJIAN TINGKAT LAYANAN

 

ITIL mendefinisikan Layanan level agreement (SLA) sebagai kesepakatan antara penyedia layanan IT dan pelanggan. SLA menjelaskan layanan, catatan target tingkat layanan, dan menentukan tanggung jawab untuk penyedia layanan IT dan pelanggan.

SLA tunggal dapat mencakup beberapa layanan TI atau beberapa pelanggan.

 

•        Berbasis pelanggan SLA

SLA berbasis pelanggan adalah perjanjian dengan nasabah tertentu atau kelompok pelanggan yang meliputi seluruh layanan TI yang mereka gunakan. Misalnya, otoritas lokal pendidikan, Departemen mungkin memiliki perjanjian tunggal merangkul penggajian, administrasi sekolah, sumber daya manusia, pembelian, sistem manajemen keuangan, dan seterusnya. Dalam beberapa hal, ini menyederhanakan hubungan antara itu dan nasabah, menempatkan perspektif pelanggan kedepan. Di sisi lain, SLA berbasis pelanggan kompleks dan sering sulit untuk setuju dan mengelola.

•        Layanan berbasis SLA

Layanan berbasis SLA adalah perjanjian dengan semua pelanggan layanan tertentu. Sebuah contoh mungkin Layanan intranet organisasi. Perjanjian semacam ini masuk akal dimana semua pelanggan ditawarkan tingkat layanan yang sama, tetapi menjadi rumit ketika hal ini tidak terjadi. Kadang-kadang, tingkat layanan yang berbeda tak terelakkan (misalnya mana remote user harus bergantung pada kecepatan rendah komunikasi).

•        Multi-tingkat SLA

Beberapa organisasi memilih pendekatan multi-tingkat SLA, dimana elemen Layanan Umum untuk semua pelanggan ditutupi oleh SLA tingkat perusahaan. Masalah berhubungan dengan pelanggan tertentu atau kelompok pelanggan, tidak peduli apa layanan, kemudian ditutupi oleh pelanggan-tingkat SLA dan semua isu-isu yang berkaitan dengan tertentu layanan untuk pelanggan atau kelompok pelanggan ditutupi oleh SLA khusus layanan.

•        Bantalan kontrak

Dimana pemasok eksternal menyediakan layanan yang mendukung pengiriman layanan itu, sangat penting bahwa ketentuan kontrak dengan pemasok eksternal konsisten dengan sasaran yang dibangun ke dalam setiap SLA yang tergantung pada pemasok eksternal. SLM harus menghindari membuat komitmen dalam SLA yang tidak dapat dijamin karena bantalan kontrak dengan pemasok eksternal menawarkan standar yang lebih rendah.

•        Kebutuhan pelanggan

Hubungan yang berkelanjutan antara penyedia layanan IT dan PENYUPLAINYA diliputi dalam bab 14 pada manajemen pemasok, tetapi adalah penting untuk mengenali di sini bahwa UCs harus selalu disimpan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Ini berarti bahwa sebagai perubahan kebutuhan bisnis, penyedia layanan ini harus memastikan bahwa UCs renegotiated atau diganti, jika biaya-efektif untuk melakukannya, untuk memastikan mereka terus melayani bisnis.

•        Perjanjian tingkat operasional

Banyak organisasi bermanfaat menulis perjanjian antara bagian yang berbeda dari penyedia layanan TI yang Tentukan target kinerja yang setiap bagian bisa dan siap untuk menanggung. Perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai perjanjian tingkat operasional (OLAs), mengaktifkan SLM untuk memiliki keyakinan dalam SLA mereka bernegosiasi dengan pelanggan. Mereka tidak kontrak kerja, dan tidak perlu ditulis dalam gaya dokumen kontrak formal, tetapi mereka akan membuat jelas apa yang harus diharapkan dari bagian tertentu dari penyedia layanan TI.

•        Mengelola tingkat pelayanan

Menempatkan SLA di tempat dengan konsisten UCs dan OLAs mencapai apa-apa kecuali kinerja terhadap SLA diukur, dimonitor dan dilaporkan dan sesuai tindakan-tindakan untuk mempertahankan dan terus meningkatkan layanan pengiriman. Tanggung jawab berkelanjutan SLM prihatin dengan mempertahankan hubungan yang konstruktif dan positif dengan pelanggan, mengukur dan pemantauan kinerja terhadap SLA, pelaporan dan meninjau kinerja dengan customer, berurusan dengan mengubah persyaratan dan terus-menerus berusaha untuk memperbaiki tingkat pelayanan yang mana ini biaya-efektif.

HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Layanan Manajemen tingkat berinteraksi dengan dan rupa tergantung pada semua proses manajemen layanan lainnya. Beberapa hubungan ini lebih penting daripada yang lain, tetapi SLM tidak dapat memberikan kepada para seluruh potensi kecuali semua proses SM sepenuhnya dilaksanakan dan efektif.

•        Manajemen Layanan dan insiden

Ada hubungan penting dengan layanan meja dan insiden manajemen, yang, dalam usaha untuk mengembalikan Layanan secepat mungkin setelah insiden, langsung mendukung pengiriman tingkat layanan yang SLM telah berkomitmen atas nama penyedia TI.

•        Masalah manajemen

Masalah manajemen memiliki peran yang jelas dalam berurusan, baik reaktif dan proaktif, dengan masalah yang mungkin menimbulkan insiden yang merusak pengiriman layanan.

•        Perubahan Manajemen

Manajemen efektif perubahan jelas penting untuk mempertahankan tingkat pelayanan karena sangat berhasil dan perubahan tidak direncanakan dapat menyebabkan gangguan layanan dan kegagalan untuk mencapai terhadap SLA.

•        Menagement rilis

Rilis suara manajemen meminimalkan gangguan layanan, memastikan rilis ditugaskan pada waktu yang sesuai dengan pelanggan dan meminimalkan insiden karena rilis yang baik buruk dikelola atau disalahpahami.

•        Desain koordinasi

SLM mendukung desain koordinasi dengan mengembangkan dan menyetujui persyaratan tingkat layanan dan target layanan yang perlu dimasukkan ke dalam desain layanan baru atau diubah.

•        Proses lainnya

Semua proses akan melaporkan kepada SLM masalah, kesempatan dan kinerja, sehingga mendukung SLM dengan Tinjauan dengan pelanggan.

 

METRIK

Metrik yang dapat digunakan untuk menilai efektivitas proses SLM dalam memberikan pelayanan dengan standar yang disepakati dan sejauh mana SLM berhasil dalam mengelola antarmuka dengan bisnis.

Di bawah judul pertama, indikator kinerja kuantitatif berguna akan mencakup:

•        frekuensi dan beratnya pelanggaran layanan

•        frekuensi dan beratnya pelanggaran terancam Layanan

•        frekuensi dan tingkat keparahan pelanggaran dan pelanggaran terancam yang dihasilkan dari UCs

•        frekuensi dan tingkat keparahan pelanggaran dan pelanggaran terancam yang dihasilkan dari OLAs

•        jumlah dan persentase target SLA bertemu

•        kepuasan pelanggan dengan proses sehubungan dengan mengelola tingkat layanan

•        Langkah-langkah di bawah judul kedua akan mencakup

•        jumlah dan persentase layanan dengan SLA up-to-date

•        frekuensi Layanan meninjau pertemuan

•        frekuensi disepakati laporan dikirimkan tepat waktu

Hal ini juga penting untuk menilai nasabah dilihat pada seberapa berguna proses ini kepada mereka. Hal ini dapat diatasi melalui survei, tetapi sering indikasi lebih jitu yang bisa didapatkan dari tingkat perwakilan nasabah di pertemuan, sejauh yang perwakilan mengubah dari satu pertemuan ke yang berikutnya dan kualitas kontribusi untuk pertemuan. Semua ini adalah petunjuk yang berguna untuk bagaimana orang-orang benar-benar merasa tentang proses.

Metrik dapat juga diletakkan di tempat untuk menilai efisiensi dan efektivitas proses SLM. Sebagai contoh:

•        Biaya dan waktu yang diperlukan untuk menghasilkan dan setuju SLA baru.

•        Biaya pengawasan dan pelaporan pada pencapaian SLA.

•        Biaya pengawasan dan pelaporan SLA.

•        Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menyetujui SLA.

•        Persentase Layanan ditutupi oleh SLA.

•        Persentase SLA ditinjau oleh tanggal review mereka.

•        Jumlah SLA ditemukan tidak memuaskan dan perlu untuk diperbaiki.

 

 Pelaporan layanan

1.      Pelaksanaan, pemfasilitasian, perencanaan, pengumpulan, perumusan, pengidentifikasian, pemverifikasian, memimpin pengkoordinasian, pengevaluasian, memonitoring, merancang, menyusun, menindaklanjuti, mendokumentasikan, penanganan pengaduan dan informasi pelayanan perizinan dan nonperizinan;

2.      Pelaksanaan, perencanaan, pengumpulan, perumusan, pemverifikasian, penganalisisan, pemfasilitasi, perancang, pengidentifikasian, pengkoordinasian, pengolahan, memimpin pengsimplifikasian, pengsinkronisasian, pengevaluasian, memonitoring penyusunan kebijakan, harmonisasi dan pemberian advokasi layanan serta sosialisasi penyuluhan kepada masyarakat dalam penyelenggaraan perizinan dan nonperizinan;

3.      Pelaksanaan, pemfasilitasian, perencanaan, pengumpulan, pemverifikasian, menganalisis, pengkoordinasian, pengolahan, memimpin, memonitoring, mengevaluasi, pengukuran terhadap mutu layanan, perumusan standar layanan (SOP, SP, SPM, MP) pengolahan, pengoperasionalan, menginput, pengarsipan data, pendokumentasian, pemetaan layanan, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur jaringan layanan dan dukungan administrasi serta peningkatan layanan, menciptakan (inovasi) pola layanan, menyusun data dan pelaporan pelayanan perizinan dan nonperizinan terjangkau, murah, transparansi, serta terciptanya produk layanan yang efisien dan efektif.

Manajemen ketersediaan dan kontinuitas Layanan

Ruang Lingkup

Manajemen kontinuitas dan ketersediaan layanan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh institusi penyedia layanan teknologi informasi. Hal tersebut penting karena kontinuitas dan ketersediaan layanan berguna untuk memastikan bahwa layanan akan tetap berjalan semestinya dalam segala keadaan. Ada atau tidaknya manajemen kontinuitas dan ketersediaan layanan akan berdampak pada penyampaian layanan kepada pelanggan.

Maksud dan Tujuan

Manajemen Kontinuitas Bisnis adalah pengelolaan resiko untuk memastikan tetap berjalannya fungsi-fungsi penting dalam keadaan gangguan dan proses pemulihan yang efektif.

Manajemen Kontinuitas IT bertujuan untuk mengelola resiko yang serius dapat mempengaruhi layanan TI. ITSM memastikan bahwa penyedia layanan TI selalu dapat memberikan minimum setuju Layanan Levels, dengan mengurangi resiko dari kejadian bencana untuk tingkat yang dapat diterima dan perencanaan untuk pemulihan layanan TI. Manajemen Kontinuitas IT harus dirancang untuk mendukung Business Continuity Management.